Pria yang berlaku manis pada pasangannya, bisa saja berselingkuh. Semakin banyak mendengar pria berselingkuh, semakin membuat wanita resah terhadap pasangannya.Benar saja, banyaknya pria yang berselingkuh dibuktikan oleh sebuah penelitian. Dilansir dari So Feminin, sebuah survei yang menyertakan 46.000 responden mengukapkan, satu dari lima pria mengaku berselingkuh. Sementara satu dari empat pria mengaku akan melakukan perselingkuhan, jika mereka yakin perselingkuhannya itu tidak akan ketahuan.Biasanya pria tak gentar untuk berselingkuh. Banyak cara yang dilakukan pria agar perselingkuhannya tidak ketahuan kekasihnya. Cara apa saja yang dilakukan pria untuk menutupi perselingkuhan? Ini dia!Mematikan Dering PonselSeperti dilansir dari Hubpages, mematikan dering ponsel membuat pria merasa lebih aman, ketika wanita selingkuhannya meneleponnya saat ia sedang bersama kekasihnya. Bicara soal ponsel, cara lain pria untuk menutupi perselingkuhannya adalah dengan memiliki dua ponsel dan nomor telepon yang berbeda.Menjadi Workaholic
Pria akan mengatakan pada kekasihnya bahwa ia sedang banyak pekerjaan. Dia berakting seolah pekerjaannya sangat menyita waktunya. Cara ini dipilihnya agar kekasihnya tidak mengusiknya untuk bertemu. Cara lain, dengan berbohong jika akan melakukan business trip ke luar kota di akhir pekan, sehingga dia bisa leluasa menemui wanita selingkuhannya.Melakukan Hobi
Hampir sama dengan alasan bekerja, pria juga bisa beralasan sedang sibuk menekuni hobinya. Les musik, go kart atau gym menjadi alasannya agar bisa berpaling dari kekasihnya.Pergi Bersama Teman Pria
'Boys night out' merupakan alasan paling populer pria. Apakah benar dia pergi bersama teman-teman prianya? Hmm sebaiknya Anda cari tahu lebih lanjut.Membatalkan Janji
Seperti dikutip Genius Beauty, para pria yang mendua juga memilih menghabiskan waktu bersama selingkuhan mereka. Mereka pun kerap membatalkan pergi bersama kekasihnya.Tapi, pemaparan ini bukan dimaksudkan untuk membuat Anda menjadi curiga yang berlebihan pada pasangan. Mungkin kelima poin di atas bisa dibenarkan jika pria sudah terlalu sering memberikan alasan tersebut pada Anda.
Perempuan Sebaiknya Jangan Menikah di Bawah Usia 20 TahunSecara epidemiologi minimal usia seorang perempuan untuk menikah adalah usia 20-21 tahun.Pada saat perempuan berusia 20-21 tahun, maka tubuh perempuan, organ reproduksi dan juga kondisi mentalnya sudah siap untuk menikah atau mengandung dan memiliki anak.ada beberapa efek atau bahaya yang timbul jika seseorang menikah terlalu muda (di bawah 20 tahun), yaitu: 1. Secara organ reproduksi ia belum siap untuk berhubungan atau mengandung, sehingga jika hamil berisiko mengalami tekanan darah tinggi (karena tubuhnya tidak kuat). Kondisi ini biasanya tidak terdeteksi pada tahap-tahap awal, tapi nantinya menyebabkan kejang-kejang, perdarahan bahkan kematian pada ibu atau bayinya.
2. Sel telur yang dimiliki oleh perempuan tersebut belum siap.
3. Berisiko mengalami kanker serviks (kanker leher rahim), karena semakin muda usia pertama kali seseorang berhubungan seks, maka semakin besar risiko daerah reproduksi terkontaminasi virus.Kanker serviks ini tidak muncul begitu saja, melainkan membutuhkan waktu 10-20 tahun untuk menjadi kanker dan gejala awalnya pun tidak akan terlihat. Pada stadium awal biasanya tidak menimbulkan keluhan apapun, tapi pada stadium lanjut akan muncul gejala tidak dapat buang air kecil, pendarahan di luar haid atau nyeri pada panggul.Selain melalui nikah muda, ada juga faktor-faktor lain yang bisa menyebabkan kanker serviks diantaranya perempuan berusia 30-50 tahun, infeksi pada kelamin, banyak berhubungan seksual, merokok serta kekurangan vitamin A/C/E.
Semua Perempuan Punya Risiko Kanker ServiksSatu lagi fakta and cerita yang bisa bikin cwe" di Indonesia bahkan di Dunia takut,ato shock, ato kaget *kyk'a shock ma kaget sama deh*. Yups, kanker Serviks ato yang biasa di sebut Kanker Leher Rahim..Gue juga baru baca" artikel ttg kanker yg satu nih. Serem juga cie dan ternyata bnyak banget perempuan yang udah kena and kalo uadh kena virus ini bisa 90% pasti kna. Buat sembuh?? Ada yg bisa ada juga yg ngak. Baca deh artikel di bawah ini dan artikel" yg terkait lainnya.Kanker serviks (leher rahim) merupakan salah satu penyakit
yang paling banyak menyebabkan kematian pada perempuan di Indonesia. Semua perempuan berisiko mengalaminya, sehingga sangat penting untuk melakukan pemeriksaan dini.Kanker serviks (leher rahim) adalah kanker (tumor ganas) yang terjadi pada leher rahim. Serviks merupakan bagian terendah dari rahim yang menonjol ke liang senggama (vagina).Kanker serviks merupakan kanker yang disebabkan oleh infeksi Human Papillomavirus atau HPV. Virus ini bermacam-macam tipe, tetapi yang mempunyai potensi menimbulkan kanker serviks adalah sekitar 20 tipe dan diantara yang tersering dan berisiko tinggi adalah tipe 16 dan 18 (80 persen penyebab kanker serviks).ada faktor-faktor risiko tertentu yang dapat meningkatkan peluang terkena kanker serviks, seperti berhubungan seks pada usia muda dan melahirkan banyak anak, tapi faktor tersebut tidak terlalu besar.Kalau kita cuma bilang orang yang punya banyak anak berisiko, nanti yang cuma punya anak satu nggak mau periksa. Padahal kan setiap perempuan berisiko kanker servikscara pencegahan kanker serviks sangatlah mudah, yaitu dengan Pap Smear atau Inspeksi Visual Asam (IVA).Biaya untuk melakukan deteksi dini pun jauh lebih murah ketimbang biaya untuk melakukan pengobatannya.Biaya IVA sekitar Rp 5 ribu dan bisa dilakukan di Puskesmas, sedangkan Pap smear berkisar Rp 100-200 ribuKedua pemeriksaan tersebut biasanya dilakukan untuk perempuan yang sudah menikah atau yang sudah pernah berhubungan seksual.Sedangkan bagi perempuan yang belum pernah, cara pencegahannya bisa dilakukan dengan vaksin HPV.Menurut Guidelines di Indonesia, itu 10 sampai 55 tahun (yang bisa melakukan vaksinasi HPV)Untuk vaksin HPV sekitar Rp 700-1,2 juta sekali suntik dan harus dilakukan 3 kali suntik selama 6 bulan. Tapi ini jumalh jauh lebih murah jika dibandingkan dengan biaya pengobatan yang mencapai Rp 60 juta.