Berhenti merokok memang bukanlah hal yang mudah. Namun mengetahui dampak negatif yang diberikan oleh rokok, seharusnya bisa memicu seseorang untuk menghentikan kebiasaan buruknya tersebut. Berikut tujuh alasan mengapa Anda harus berhenti mengisap rokok, seperti yang dikutip dari Danone.1. Meningkatkan risiko terkena penyakit jantungMerokok dapat meningkatkan kemungkinan stroke dan penyakit jantung. Merokok membuat asupan oksigen dalam darah berkurang, meningkatkan penumpukan plak di arteri dan juga meningkatkan tekanan darah.2. Menurunnya kekuatan fisikSeperti yang sudah disebutkan di atas bahwa kurangnya jumlah oksigen yang dikirim paru-paru akan membuat daya tahan fisik menurun. Hal ini bisa sebabkan Anda sulit menaiki tangga. Selain itu, merokok juga dapat mengakibatkan berbagai masalah pernapasan.3. KankerJika Anda merokok, berarti Anda memiliki risiko tinggi terkena kanker terutama kanker paru-paru, tenggorokan dan mulut. Apakah Anda tahu bahwa asap dari tembakau menyumbang 85 persen kasus kanker paru-paru di Kanada?4. Penampilan fisik burukSelain gigi yang bernoda dan kuku yang berubah warna, merokok juga memiliki kaitan pada kerutan kulit wajah dan penuaan dini.5. OsteoporosisMerokok dapat mempercepat pengeroposan tulang dan meningkatkan risiko patah tulang. Hal itu juga dapat mengakibatkan rasa sakit bahkan cacat.6. KesuburanPasangan yang merokok kemungkinan akan mengalami masalah kesuburan. Sebuah studi dari American Journal of Epidemiology juga menemukan bahwa perokok memiliki dua kali risiko terkena impotensi.7. Merokok mengurangi harapan hidupHasil statistik di Kanada menemukan bahwa pria perokok yang berusia 45 tahun pada 1995 memiliki kemungkinan hidup kurang dari 7 tahun daripada pria yang tidak merokok. Sedangkan wanita yang merokok memiliki harapan hidup 10 tahun lebih pendek.
Sering duduk lebih dari 6 jam sehari? Anda harus berhati-hati. Penelitian terbaru menunjukan duduk terlalu lama bisa berakibat buruk terhadap kesehatan.Penelitian ini bukan main-main. Dikutip dari CNN, Senin (27/06/2011) penelitian ini dilakukan oleh American Cancer Society terhadap lebih dari 123 ribu orang yang dipantau kesehatannya selama lebih dari 14 tahunSalah satu yang diobservasi dalam penelitian ini adalah wanita yang duduk kurang dari 3 jam sehari dan wanita yang duduk lebih dari 6 jam sehari. Hasilnya, jumlah wanita yang meninggal selama kurun waktu penelitian, 40% lebih banyak pada grup yang duduk lebih dari 6 jam sehari.Penelitian yang lebih spesifik menemukan, penyebab kematian orang yang duduk lebih dari 6 jam sehari, rata-rata terkena penyakit Cardiovascular, kegemukan, diabetes, dan depresi. Penelitian ini juga menemukan semakin lama waktu duduk maka semakin meningkat risikonya terkena berbagai penyakit.Studi lain yang diterbitkan The American Journal of Epidemiology awal tahun ini menemukan, mereka yang memiliki pekerjaan yang lebih banyak duduk dan jarang berpindah meningkatkan risiko terkena kanker kolon hingga dua kali lipat. Yang menarik penelitian ini menemukan, kerusakan yang ditimbulkan karena duduk terlalu lama, tidak bisa diperbaiki dengan olahraga atau latihan ringan.Misalnya, supir bus lebih berisiko lebih tinggi terkena penyakit Cardiovascular dibanding kondektur bus. Begitu juga bagian administrasi yang seharian duduk lebih berisiko terkena penyakit dibanding kurir.Duduk terlalu lama disebut hampir sama berbahayanya dengan merokok. Karena itu, untuk mengurangi risiko akibat kurang gerak disarankan melakukan latihan ringan selama 30 menit setiap harinya.Namun demikian, bukan berarti hal tersebut bisa membebaskan sepenuhnya Anda dari berbagai penyakit jika tetap duduk terlalu lama. Usahakanlah tetap bergerak secara reguler dan hindari posisi duduk terlalu lama.Di berbagai belahan dunia telah dilakukan beberapa upaya untuk mengatasi hal ini. Di Atlanta, Amerika, telah diciptakan meja yang bisa disesuaikan untuk posisi duduk dan berdiri. Karyawan bisa bekerja sambil berdiri jika merasa sudah duduk terlalu lama."Duduk itu baik jika dilakukan dalam waktu yang tidak berlebihan. Tapi jika berlebihan maka bisa menjadi berbahaya," ujar Dr James Levine dalam Journal of Diabetes ketika memaparkan hasil penelitiannya.
Tidak percaya diri dengan perut yang tampak buncit karena lemak berlebih? Jangan khawatir, karena selalu ada cara untuk mengatasinya. Salah satunya dengan tidak melewatkan sarapan. Tapi tidak itu saja, Anda perlu delapan cara lagi untuk mendapatkan perut rata dan indah.Jika dilakukan secara teratur, bukan hanya lemak di perut saja yang berkurang, tapi juga membentuk tubuh lebih indah dan ideal. Ini dia tipsnya, seperti dikutip dari Allwomenstalk.1. Jangan Pernah Lewatkan SarapanJika Anda tidak makan berjam-jam setelah bangun tidur di pagi hari, tubuh akan merasa sangat lapar. Mengawali hari dengan perut kosong akan memperlambat metabolisme tubuh, sehingga pembakaran kalori pun jadi lebih lambat. Seseorang harusnya memenuhi minimal 25% dari kebutuhan energi hariannya. Para ahli nutrisi percaya bahwa sarapan menjadi salah satu solusi untuk mendapatkan tubuh langsing. Jadi, sempatkanlah sarapan yang mengandung karbohidrat dan protein, seperti bubur ayam, roti dengan butter atau bubur jagung dengan telur.2. Kontrol Asupan MakananPerbanyak konsumsi makanan yang 'membakar lemak' seperti nasi merah, sayur, buah segar, susu skim, telur putih dan ikan. Hindari makanan tinggi kalori, di antaranya pizza, burger, gorengan, roti, daging berlemak dan produk yang mengandung banyak 3. Makan dengan PerlahanPerut akan lebih mudah menerima makanan yang sudah dicerna dalam mulut dengan baik. Kebiasaan mengunyah makanan dengan perlahan, kecil kemungkinannya 'menimbun' berat berlebih. Otak menerima sinyal bahwa perut sudah kenyang, 20 menit setelah kita memulai makan. Karena itu dengan mengunyah lebih lama (kurang lebih 30 kunyahan), akan mencegah Anda menyantap makanan ekstra dan tidak menambah kalori.4. Lakukan Olahraga yang Efektif dan EfisienOlahraga kardiovaskular, atau olahraga yang memacu denyut jantung, pernafasan dan pembuluh darah adalah salah satu cara efektif jika Anda ingin membakar kalori dan mengurangi lemak berlebih dari tubuh. Lari, aerobik, bersepeda dan berenang adalah beberapa contoh olahraga kardiovaskular yang bisa Anda lakukan.5. Banyak Minum Air PutihManfaat air putih bagi tubuh sudah tidak perlu diragukan lagi. Tidak hanya bermanfaat membantu fungsi otak, ginjal, hati dan mempercepat metabolisme. Cukup minum air putih sebelum makan dapat membantu menurunkan berat badan karena bisa menekan nafsu makan.6. Tidur yang BerkualitasTidur kurang dari 7-8 jam sehari akan menyulitkan tubuh mengumpulkan energi untuk beraktivitas, juga mencerna makanan. Sejumlah penelitian menunjukkan, orang yang mengalami lelah setiap hari, metobilsme tubuhnya akan menurun. Metabolisme merupakan proses mengubah nutrisi makanan dan kalori menjadi energi yang dibutuhkan tubuh untuk melakukan aktivitas. Metabolisme rendah, berarti kemampuan tubuh untuk membakar kalori juga lebih sedikit. Jadi, pastikan tidur Anda cukup dan berkualitas.7. Berjalan Kaki ke KantorJika Anda mengendarai mobil, parkirlah agak jauh dari pintu masuk kantor Anda. Begitu juga jika Anda naik kendaraan umum, berhentilah di tempat yang agak jauh. Berjalan juga termasuk kegiatan berolahraga. Lakukan aktivitas ini secara rutin sebagai pengganti olahraga Anda.8. Kurangi Konsumsi GaramKonsumsi garam yang berlebihan membuat tubuh menahan air. Hal ini bisa membuat area perut tampak buncit. Sebab itu, hindari atau kurangi makanan yang banyak mengandung garam, salah satunya fast food. Biasakan menyajikan makanan tanpa menggunakan garam. Anda bisa menggantinya dengan berbagai macam bumbu dapur (rempah-rempah) untuk memperkaya rasa masakan. Pilih juga bahan makanan yang 'netral', seperti daging ayam tanpa kulit, susu skim, buah dan sayuran segar.9. Hindari StresSaat mengalami stres berat, seseorang cenderung memilih makanan manis atau yang membuat perasaan nyaman seperti permen, cookie atau cake cokelat. Sebanya, stres bisa melepas berbagai hormon yang bisa mengubah sistem metabolisme tubuh, salah satunya cortisol. Hormon ini mampu meningkatkan nafsu makan dan mendorong keinginan untuk mengonsumsi makanan manis dan berlemak. Jadi, sebisa mungkin segera atasi saat stres mulai mendera. Caranya bisa dengan olahraga, aromaterapi atau meditasi.